Cinta itu seperti jejak
pesawat tidak terlihat tapi bisa dirasakan dan menyakini kalau itu memang ada.
Terlalu mudah untuk
menebak bahwa itu cinta tapi sangat sulit untuk menerjemahkan bahasa kasih
yang ada disaat kita menyadari akan
adanya rasa cinta.
Entah seperti itu adanya
walau belajar memahami hal itu atau hanya sekedar ingin tau keberadannya butuh penilaian yang tulus bukan dari logika
maupun dengan mata tetapi dengan segumpal darah yang menjadi daging yang ada
didalam dada yaitu hati.
Cinta itu seperti
pesawat bisa mengudara kemanapun tujuan kita , adakalanya tempat tujuan yang
kita kunjungi terlihat indah namun tak nyaman untuk terus berada ditempat itu.
Pada sangat ingin mencapai tempat tujuan itupun pasti banyak masalah dan
rintangan tidak semulus yang kita bayangkan.
Ketika ada masalah
pasti berhenti sejenak untuk memeriksa bisa terus dilanjutkan perjalan itu atau
berhenti dan bahkan kembali ketempat pertama akan mengudara meski sulit untuk
menuju tempat pertama tersebut.
Terkadang tak menyadari
bahkan baru merasa tempat paling nyaman adalah tujuan yang paling indah.
Seperti pesawat cinta itu butuh kenyamanan untuk mencapai tempat tujuan. Kadang
kenyamanan pun terusik dengan sedikit masalah yang ada didalam perjalanan,
kecil dan besar masalah tersebut akan teratasi jika ada komunikasi yang baik
antara semua pihak.
Itulah yang akan
menjadi perjalan nyaman ketempat tujuan bersama yang akan selalu dikenang dan
bisa menjadi perjalanan terakhir bisa membuat kita nyaman dan memutuskan untuk
menetap selamanya. Pesawatku akan membawamu dengan semua teknologi hati yang
murni tidak ada disemua kebanyakan pesawat hati yang lain.
Bahan bakar yang aku
pakai adalah keikhlasan juga membawanya dengan penuh hati-hati agar kamu bisa
senyaman mungkin agar mencapai tempat tujuan yang indah disana kan kita menetap
untuk selamanya.
Hanya kamu aku kita dan semua mimpi-mimpi indah tetap
berpegangan dengan 1 ikatan yang kokoh sampai semua pagi akan menjadi senja dan
senja akan berubah menjadi kelam.






