Ada satu hal yang
mungkin kau lewati.
Meski kini semua telah
terbang tinggi yang hilang terbawa hangat mentari dan hari telah berganti.
Sempat terpikir untuk beranjak pergi meninggalkan hati yang ku miliki.
Menahan perih dan berlari.
Kau tetap menunggu.
Aku terlatih untuk menjadi duri.
Meski kadang terguncang aku tetap memiliki hati untuk memuja.
Memuja dirinya yang telah.
Memiliki tangisan yang sungguh indah suatu saat bermimpi hidup bersama dirinya.
Selesaikan lukisanku agar aku dapat mati dengan berwarna.
Andai saja pos udara sampai surga.
Mungkin aku tak perlu mengejarnya.
Ku pinjamkan mimpiku tuk sementara dan hati telah berganti.
Sekuat hati aku mencoba mengejar tangis yang ku tinggalkan.
Ku lepaskan hitam yang mengikat mati dengan berawarna.






0 komentar:
Posting Komentar