Disaat manusia kan
berfikir tuk menggunakan hatinya.
Kita terbiasa menjaga
dinginnya dunia.
Disaat engkau mulai
tertidur dan itu yang kan ku tunggu.
Tuk bisikan sesuatu
yang takkan pernah engkau tahu.
Aku hanya manusia yang
mungkin merasa luka.
Melihat kau bersamanya
lihatlah aku tertawa.
Tanpa pernah engkau
tahu yang sesungguhnya ku rasa.
Betapa menyakitkan
semua cobalah tuk sedikit lebih peka.
Menyakitkan inilah
kenyataannya.
Kita bersentuhan tanpa
pernah dapat mengungkapkan semua.
Ku menahan untuk tak
menyentuh hatinya.
Tak memikirkannya meski
hati.
Ku kini sangat tersiksa.
Disaat kita selalu
bersama dibawah sejuknya dunia.
Dan aku tersadar betapa
cantik wajahnya.
Betapa menyebalkan
senyumnya yang takkan pernah ku lupa.
Untuk saat ini mungkin
untuk selamanya.
Menyakitkan inilah
kenyataannya.
Kita bersentuhan tanpa
pernah tuk dapat saling bersama.
Ku menahan untuk tak
menyentuh hatinya.
Takkan memeluknya meski
hati.
Ku kini sangat tersiksa..
Dan lihatlah senja kan
bersinar.
Saat kau bersedih aku
luka.
Biarkan berjalan apa
adanya.
Sampai ku tertidur
untuk selama-lamanya.
Dan kita kan menahan
diatas semua rasa.
Yang takkan pernah
terungkap simpan semuanya.
Disaat engkau tertawa
disaat itu kucoba menahannya.
Ku simpan dalam dadaku
saja.






0 komentar:
Posting Komentar